Friday, November 30, 2012

Jogging Pagi

Malang – Pagi ini saat bangun langsung siap-siap untuk melakukan pemanasan, karena keinginan untuk jogging hari ini sangat besar. Setalah melakukan sedikit pemanasan, saya langsung keluar dari kost.

Pengalaman pertama jogging di daerah sini. Tapi saya sudah menentukan rute jogging saya kali ini, yaitu menyusuri jalanan yang melintas depan kost hingga mengitar ke arah belakang kost. “Cukup dekat” batin saya.

Setengah perjalanan sudah saya lalui. Capek juga ternyata. Jadi saya melanjutkan dengan agak santai. Jalan pelan karena capek. Sempet mengambil beberapa photo dengan kamera handphone saya. Capek, tapi asyik juga.

Saat sudah dekat dengan kost, saya ngaso dulu di pinggir jalan depan kost. Sudah agak panas disini. Kemudian saya masuk ke kost untuk istirahat. Saya ketiduran dan pada saat saya terbangun, badan saya terasa capek dan pegel-pegel. Mungkin pemanasan yang saya lakukan masih kurang atau saya yang belum terbiasa jogging (^_^)... 


Ini beberapa photo yang sempet saya ambil...




Salam Penulis
Djeriruli

Thursday, November 29, 2012

Pantai Goa Cina

Malang - Pantai Goa Cina merupakan salah satu pantai di Malang yang belum banyak dikunjungi oleh wisatawan. Tidak hanya itu, pantai yang berada di Desa Bantengan, Malang, Jawa Timur ini masih belum mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Bukti dari kurangnya perhatian pemerintah setempat adalah jalan menuju ke arah pantai sepanjang 1 km dari jalan raya masih berbatu. Bila hujan turun, perjalanan akan menjadi lebih susah dan sangat licin.

Pantai Goa Cina merupakan pantai yang masih berada di wilayah kabupaten Malang letaknya berdekatan dengan pantai Sendang Biru. Jarak dengan pantai Sendang Biru dengan Pantai Goa Cina sekitar 6 KM ke arah barat, tepatnya berada di dusun Trowotratih, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Pantai Goa Cina merupakan salah satu keindahan yang tersembunyi dari Malang. Kealamian alam pantai yang berada di Malang ini mirip dengan pantai Pulau Komodo. Bedanya, jalan menuju pantai ini masih sangat sulit.

Pantai Goa Cina ini masih belum banyak dikenal jika dibandingkan dengan pantai lainnya yang berada di wilayah Malang seperti pantai Bale Kambang, Pantai Sendang Biru, dan pantai Kondang Merak. Di sekitar pantai yang ditemukan oleh pertapa keturunan cina (1950) ini juga terdapat banyak Goa sehingga pantai ini pun dinamakan dengan sebutan pantai goa cina.

Ketika menuju ke tempat wisata pantai Goa Cina ini anda akan dihibur oleh pemandangan alam pegunungan kapur yang sangat indah selama perjalanan. Dari pusat kota Malang menuju lokasi ini sekitar 3 jam.
Keistimewaan pantai Goa Cina ini adalah pemandangan alamnya yang masih asri dan masih alami dan beberapa pulau-pulau kecil di tengah laut ikut menghiasi keindahan alam pantai Goa Cina. Pemandangan alam pantai disini memang sangat indah namun sayangnya pengunjung wisatawan tidak boleh berenang di pantai ini karena arusnya bawah lautnya yang deras dan ada yang kedalaman lautnya curam.

Masyarakat sekitar mengatakan pantai ini dinamakan Goa Cina karena dahulu kala ada seorang biksu yang sedang bertapa di dalam gua yang berada di pinggir laut. Namun, ketika seseorang masuk ke dalam gua tersebut hanya tulang belulang sang biksu yang ditemukan. Selain tulang-tulangnya, sang Biksu juga meninggalkan tulisan mandarin di langit-langit gua beserta sebuah mangkuk. Menurut warga, keponakan dari Biksu tersebut masih sering berkunjung ke gua untuk mengirimkan doa.

Inilah yang paling membuat orang penasaran. Konon gua tersebut juga sering dijadikan sebagai tempat mencari nomor keberuntungan untuk togel. Mitosnya, 2 orang yang mencari peruntungan datang membawa batang pohon pepaya ke gua tersebut untuk bermalam. Batang pohon pepaya dipercaya akan membisikan nomor keberuntungan.

Terlepas dari mitosnya, pantai tersebut juga menawarkan keindahan tersendiri daripada pantai lainnya yang ada di Malang. Selain kebersihan pantai yang masih terjaga, di pantai tersebut juga menyediakan area kemping untuk Anda yang suka berkemah.

Untuk menuju pantai tersebut, bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam. Hari itu, hujan menemani sepanjang perjalanan. Layaknya jalan di daerah perbukitan selain berbatu dan licin, jalanannya juga naik turun. Ketika memasuki kawasan Pantai Goa Cina, gemuruh ombak menyambut kedatangan Anda. Dari jauh, suara ombak itu sudah bisa kami dengarkan dengan jelas.

Pemandangan saat itu sungguh indah mempesona. Kami dapat merasakan keharmonian alam, cahaya bulan jatuh di atas ombak yang bergulung-gulung di tengah laut yang sedang berkejaran. Saling berebut lebih dulu mengencup pantai. Bintang-bintang berkelip di atas, tepat di atas kepala Anda. Seakan-akan bintang itu dapat Anda ambil hanya dengan tangan telanjang.

Keindahan alam yang ada di sekitar Pantai Goa Cini masih sangat perawan. Semoga saja pemerintah daerah setempat memberikan perhatiannya untuk mempromosikan kecantikan yang tersembunyi ini.

Sumber: 1 | 2
Foto     : Sandy Suryadinata

Gunung Kumbokarno

Trenggalek - Di Indonesia banyak sekali pemandangan alam yang belum banyak terkelola yang berpotensi sebagai tempat wisata. Kita harus bangga sebagai warga Indonesia yang kaya hasil alamnya. Bayangkan tidak semua Negara di dunia ini yang mempunyai hasil laut yang melimpah,hasil bumi yang masih belum tergarap secara optimal. Jika semua potensi di Negara ini tergarap secara optimal dan bias melestarikan hasilnya mungkin keadaan Negara ini tidak akan carut marut seperti ini.

Di daerah kota Trenggalek terdapat suatu tempat wisata yang disebut pantai pasir putih. Di dekat pantai pasir putih terdapat suatu tempat wisata pelabuhan ikan Prigi. Banyak sekali wisata pantai yang terdapat di kab. Trenggalek. Mungkin masih belum banyak orang tahu bagaimana kab. Trenggalek itu. Ternyata dibalik tanda tanya orang mengandung beberapa pesona tempat wisata antara lain pantai pasir putih,pelabuhan pantai prigi,pantai nda mas,pantai asmara dll.

Salah satu pemandangan Gunung Kumbokarno
Namun dibalik keindahan pesona alam yang indah terdapat suatu hal yang mistis. Sebut saja Gunung Kumbokarno. Gunung Kumbokarno terletak di dekat pantai pasir putih. Jika kita melihat arah selatan dari pantai pasir putih terdapat sebuah gunung yang berdiri sendiri dengan pemandangan nan esotik. Gunung yang tak berpenghuni tersebut konon terdapat harta karun milik presiden RI pertama Soekarno,ntah itu nyata atau hanya gosip semata. Jika dilihat dari dekat,gunung tersebut terasa memanggil kita untuk berkunjung kesana. Disana terdapat bermacam-macam hal mistis terjadi. Jika kita ingin berada di gunung tersebut harus melakukan ritual-ritual untuk meminta ijin sang penunggu gunung tersebut.

Salam Penulis
Fonda

Thursday, November 22, 2012

Pesona Pantai Bajulmati

Malang - Inilah pertama kali saya ke pantai Bajulmati, sebelumnya sudah banyak teman yang ajak liburan kesana cuma masih banyak kesibukan :-). Akhirnya 15 November 2012 lalu saya punya kesempatan untuk berlibur ke Bajulmati. Pagi hari saya berangkat dengan menggunakan 1 mobil dengan rombongan yang hanya berjumlah 7 orang sekaligus saya dan berangkat dari kost salah satu temen (berhubung saya juga kuliah di Malang).

Awalnya kami masih bisa bersenda-gurau saat masih di wilayah perkotaan kota Malang yang udaranya begitu cerah saat itu. Suasana jadi sedikit hening ketika sudah masuk pinggiran kota Malang. Apalagi saat mobil sudah melintasi jalan yang agak menanjak, setelah meninggalkan wilayah Turen. Keheningan kami terpecah karena salah satu diantara kami ada yang mabuk perjalanan. Jalan berkelok-kelok melintasi pinggiran gunung.

Salah satu temen kami yang bertugas mengendalikan sang mobil masih sibuk bergulat dengan setir, mengikuti alur dari jalan yang masih berkelok-kelok. Ditengah perjalanan yang masih berkelok, kami bertemu dengan rombongan lain yang “mungkin” sama tujuan dengan kami. Ada juga komunitas motor yang juga masih diperjalanan di depan kami.

Leganya saat kami sudah sampai di desa sitiharjo. Sudah dekat dengan pantai Bajulmati. Kami sempat bertanya kepada warga kemanakah arah pantai Bajulmati, dikarenakan jalan yang bercabang dan diantara kami belum ada yang pernah kesana. Warga yang kami tanyai sangat ramah sehingga kami diberikan arahan untuk tujuan kami. Sebelum sampai di pantai, kami takjub saat melintas di jembatan Bajulmati. Desain yang begitu menawan menyeberangi sungai yang bermuara ke pantai Bajulmati. Sangat terik siang itu, sehingga kami mengurungkan niat untuk berfoto-foto di jembatan itu. Dan kami langsung melanjutkan perjalan kami ke pantai Bajulmati yang sudah begitu dekat.

Suasana yang penah segera menghilang begitu kami sampai di pintu masuk. Dan kami siap-siap merogoh kantong kami, karena bertuliskan “Rp. 5000,- / Orang”. Yang artinya kami harus membayar Rp. 5000,- untuk masuk ke area pantai. Murahnya untuk menghilangkan penat daripada menghamburkan uang di Mall.

Jam menunjukkan sekitar pukul 12 siang. Kami langsung keluar dari mobil. Begitu segar udaranya. Tapi sinar matahari masih begitu terik. Panas menghalangi kami untuk langsung nyebur ke laut. Apalagi ombak lagi ganas, cukup tinggi dan berbahaya untuk mandi di pantai kali ini. Jadi kami putuskan untuk menyantap makanan yang kami beli di warung makan saat di perjalanan tadi. Masih di atas tikar kami bersantai-santai menatap ke arah pantai.

Begitu panjang bentangan pantainya. Pemandangan yang sungguh membuat fresh. Tapi sayang tidak boleh mandi di pantai. Ingat, ombak masih ganas, datang dari arah laut lepas. Menggulung tinggi. Dan menghantam pantai dan bongkahan karang yang ada. Begitu keras, sehingga suaranya cukup terdengar menderu-deru. Sungguh asyik untuk bersantai di atas tikar.

Sekitar pukul 1 siang, kami melipat tikar dan menuju ke arah pantai. Ombak masih juga tidak bersahabat. Tidak mengijinkan kami untuk mencicipi/berenang di pantai. Akhirnya kami memutuskan ke arah muara. Airnya begitu tenang, warna kehijauan, menarik niat kami untuk nyebur ke situ. Dingin, itu yang kami rasakan saat masuk ke air muara itu. Asin, mungkin salinitasnya masih dipengaruhi oleh air laut. Tak terasa sudah terlalu lama kami bermain-main di muara. Hingga senja sudah menjelang. Waktunya kami berbilas. Kamar mandi umum sangat banyak antriannya, kayaknya banyak sekali pengunjung yang datang hari ini. “Oh iya. Hari ini hari libur, mungkin banyak yang memutuskan untuk berlibur di sini” batin saya. Tidak heran karena pantainya yang cukup indah.

Kami masih mengurungkan niat untuk langsung pulang karena kami masih pengen melihat matahari tenggelam dan terlihat di atas garis horizon. Tapi sayang, mendung menutupi proses tenggelamnya matahari yang kami sudah tunggu-tunggu dari tadi. Kekecewaan kami masih bisa kami singkirkan, kami berfoto-foto dan besendagurau. Kami pun harus pulang. Selamat tinggal Bajulmati.



Salam dari Penulis

Wednesday, November 21, 2012

Indahnya corat-coret

Malang - Hari ini masih banyak ya yang ngerjain laporan. Begitulah keadaan di fakultasku. Indahnya. Gak akan pernah berhenti kayaknya. Semangat ya adek-adekku.... \(^_^)/